Pada tahap musim ini, gelar biasanya ditentukan dengan margin yang bagus.
Namun bagi Barcelona, perbedaannya datang dari sesuatu yang jauh lebih terkontrol, yaitu disiplin bertahan mereka.
Sederhananya, clean sheet berturut-turut di La Liga, sesuatu yang belum pernah mereka capai sejak bulan Januari, menunjukkan seberapa besar kendali yang mereka miliki atas permainan.
Dan di jantung transformasi itu adalah Joan Garcia.
Sang penjaga gawang sedang mencatatkan laju yang tidak hanya mengesankan namun juga sangat menentukan dalam konteks perburuan gelar.
Lihatlah angka-angkanya
Di liga, ia kini telah menjalani 14 pertandingan tanpa kebobolan, sementara jumlah keseluruhannya mencapai 17 clean sheet ketika kompetisi piala disertakan.
Tingkat konsistensi tersebut menjelaskan mengapa Barcelona bertaruh besar pada mantan kiper Espanyol tersebut.
Dari perspektif analitis, hanya kebobolan 19 gol dalam 27 penampilan La Liga, Garcia saat ini memegang rata-rata gol terendah di divisi tersebut yaitu 0,70.
Namun, terlepas dari metrik yang menonjol tersebut, ada masalah teknis yang menunda kenaikannya ke puncak klasemen Zamora Trophy.
Peraturan tersebut mengharuskan penjaga gawang menyelesaikan setidaknya 28 pertandingan, masing-masing dengan durasi minimal 60 menit, sebelum mereka secara resmi dapat memimpin peringkat.
Persyaratan tersebut kini mengarahkan semua perhatian pada pertandingan mendatang melawan Osasuna, karena satu penampilan lagi akan cukup bagi Garcia untuk lolos dan kecuali Barcelona menderita kekalahan telak, ia diperkirakan akan langsung naik ke posisi pertama.
Sementara itu, tolok ukur saat ini ditetapkan oleh Thibaut Courtois dari Real Madrid, yang telah kebobolan 24 gol dalam 28 pertandingan, mempertahankan rata-rata gol sebesar 0,86 meski sempat mengalami kemunduran karena cedera.
Di bagian bawah daftar, David Soria dan Luiz Junior masih bersaing, namun saat ini keduanya belum mampu menandingi efisiensi yang ditunjukkan Garcia.
Jika tren saat ini terus berlanjut, ceritanya bisa berubah dengan cepat karena Courtois diperkirakan tidak akan bermain hingga beberapa pertandingan terakhir musim ini.
Inilah sebabnya mengapa Barcelona akan segera merayakan tidak hanya kemenangan tim, tetapi juga pengakuan individu.












