
Barcelona mungkin berhasil meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Espanyol di La Liga, namun kisah malam ini lebih dari sekadar skor.
Di atas kertas, kemenangan itu tampak seperti kemenangan rutin, yang memperkuat cengkeraman Barcelona di puncak klasemen dan mempertegas dominasi mereka di derby.
Namun, laporan dari SPORT menunjukkan bahwa pertandingan itu hampir saja berubah menjadi kekacauan besar.
Dengan beberapa pemain dari kedua belah pihak bertemu di level junior, sudah ada persaingan yang mengakar lebih dari 90 menit.
Ketegangan itu kembali terlihat ketika emosi mulai berkobar di akhir pertandingan.
Apa ceritanya?
Titik nyala terjadi setelah pertukaran yang melibatkan pemain sayap Gavi dan Espanyol Pere Milla.
Usai kejadian tersebut, Gavi terlihat berada di bangku cadangan melampiaskan kekesalannya kepada rekan satu timnya, mengungkapkan apa yang diucapkan saat pertengkaran tersebut.
“Nomor 11? Dia bahkan lebih buruk… dia aw**ker, selalu membuatmu jengkel.”
“Dia datang untuk memberi tahu Fermin dan aku bahwa aku benar-benar sampah,” jelas Gavi dengan skor sudah jelas berpihak pada Blaugrana.
Para pemain Barcelona membalasnya dengan ejekan
🎦 غافي بعد صافرة النهاية 🤬 pic.twitter.com/w1yajS3CF7
— FCBW (@FCBWMedia) 11 April 2026
Alih-alih membiarkan momen itu berlalu, emosi justru terbawa, saat Gavi, bersama Fermin Lopez, ikut menyanyikan nyanyian dari pendukung Barcelona yang ditujukan kepada rival mereka.
Saat para pemain Espanyol menuju terowongan, Fermin mengungkapkan perasaannya dengan tegas, sambil berteriak, “Kamu benar-benar sampah”
Reaksi dari Espanyol langsung terlihat, karena ejekan tersebut tidak luput dari perhatian, dan hal ini memicu tanggapan yang panas, terutama dari Pere Milla.
Ketika ketegangan meningkat, pemain sayap itu mencari Fermin untuk menghadapinya secara langsung.
“Dasar pengecut.”
Meski tidak menemukan target yang dituju, Milla kembali berpapasan dengan Gavi, sehingga terjadi pertukaran lagi dari jarak jauh.
Situasinya terancam semakin memburuk, dan kedua belah pihak bahkan tampak mengatur konfrontasi di dalam terowongan.
Untungnya, meski ada kata-kata yang memanas dan emosi meningkat, situasi tidak lepas kendali.
Kedua tim akhirnya menuju ruang ganti masing-masing tanpa konfrontasi fisik.












