Hubungan tingkat keparahan maloklusi berdasarkan ICON (Index of Complexity, Outcome and Need) dengan risiko karies ditinjau dari lama perlekatan plak pada remaja di SMPN 2 Marga

  • Ni Luh Putu Mira Anggriani Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Louise Cinthia Hutomo Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I Made Adi Wirawan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayanaa

Abstract

ABSTRAK: Kondisi gigi yang abnormal atau tidak teratur pada individu dengan maloklusi akan menyebabkan risiko berkembangnya karies cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan maloklusi dengan risiko karies. Penelitian ini merupakan jenis penelitian obseravasional analitik dengan desain potong lintang (cross sectional). Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan teknik multistage random sampling pada kelas VII, VIII dan IX di SMP N 2 Marga pada tahun 2016/2017. Seluruh sampel penelitian berjumlah 90 orang dengan distrubusi sampel yang sama pada masing-masing tingkatan kelas. Tingkat keparahan maloklusi pada penelitian ini diukur dengan menggunakan ICON (Index of Complexity, Outcome and Need), sedangkan pengukuran risiko karies dilakukan dengan menggunakan GC Tri Plaque ID Gel yang diaplikasikan pada seluruh permukaan gigi-geligi sampel. Hipotesis statistik dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji non parametrik berupa korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maloklusi dengan tingkat keparahan easy mengalami risiko karies rendah (79,5%), risiko karies sedang (20,5%) dan risiko karies tinggi (0%). Maloklusi dengan tingkat keparahan mild mengalami risiko karies rendah (34,2%), risiko karies sedang (65,8%) dan risiko karies tinggi (0%). Maloklusi dengan tingkat keparahan moderate mengalami risiko karies rendah (0%), risiko karies sedang (66,7%) dan risiko karies tinggi (33,3%). Sedangkan maloklusi dengan tingkat keparahan difficult seluruhnya mengalami risiko karies tinggi.Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,585, yaitu terdapat hubungan sedang antara tingkat keparahan maloklusi dengan risiko karies, dengan nila p=0,000 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan maloklusi dengan risiko karies.

Author Biographies

Ni Luh Putu Mira Anggriani, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Louise Cinthia Hutomo, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

I Made Adi Wirawan, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayanaa

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayanaa

Published
2017-07-09
Section
Original Article