Gambaran maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodontik pada siswa Sekolah Menengah Pertama di wilayah kerja Puskesmas Mengwi III Kabupaten Badung

  • Ni Putu Ayu Sakura Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Putu Ika Anggaraeni Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Louise Cinthia Hutomo Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: maloklusi, kebutuhan perawatan ortodontik, DAI

Abstract

Introduction: Dental malocclusion is a deviation of teeth disposition and malrelation of dental arches and jaw beyond acceptable limit of conformity. The prevalence of malocclusion in Indonesia remains very high approximately 80% of the population, and the incidence of malocclusion in adolescents in Indonesia is high and continues to increase. Dental Aesthetic Index (DAI) is an index to measure severity of malocclusions and orthodontic treatment need. The purpose of this study is to know the description of malocclusion and orthodontic treatment need of students in junior high school of public health centre Mengwi III Badung regency.

Method: Descriptive analytic study with cross sectional design was used as the study method. Sampling technique used was stratified random sampling with total of 110 samples of people. General data, malocclusion status and orthodontic treatment need were obtained by using questionnaires and DAI index. Data was analyzed using single distribution table and cross distribution table.

Result: The results of this research exhibited that 37,5% of sample have minor malocclusion with no treatment need or slight need, 36,5% sample have definite malocclusion with elective treatment, 18% sample have severe malocclusion with highly desirable treatment, and 8% sample have very severe malocclusion with mandatory treatment.

Conclusion: The conclusion of this study based on the Dental Aesthetic Index (DAI) most of the students in junior high school of public health centre Mengwi III Badung regency have minor malocclusion with no treatment need or slight need as many as 37.5%.

 

Latar Belakang: Maloklusi merupakan penyimpangan letak gigi dan atau malrelasi lengkung gigi dan rahang di luar batas kewajaran yang dapat diterima. Prevalensi maloklusi di Indonesia masih sangat tinggi yaitu sekitar 80% dari jumlah penduduk di Indonesia, serta kejadian maloklusi pada remaja di Indonesia termasuk tinggi dan terus meningkat. Dental Aesthetic Index (DAI) merupakan salah satu indeks yang dapat digunakan untuk mengukur kebutuhan perawatan ortodontik dan status maloklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodontik pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Badung.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan rancangan yang digunakan yaitu cross sectional/survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode stratified random sampling dengan total sampel 110 orang. Data umum dari siswa, status maloklusi serta tingkat kebutuhan perawatan ortodontik diperoleh melalui kuisioner dan indeks DAI. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi tunggal serta tabel distribusi silang.

Hasil: Hasil penelitian ini adalah sampel yang mengalami maloklusi ringan dengan tidak/sedikit membutuhkan perawatan sebanyak 37,5%, maloklusi sedang yang dianjurkan perawatan sebanyak 36,5%, maloklusi parah yang sangat membutuhkan perawatan sebanyak 18%, dan maloklusi sangat parah/cacat yang wajib mendapatkan perawatan sebanyak 8%.

Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah berdasarkan Dental Aesthetic Index (DAI) siswa Sekolah Menengah Pertama yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mengwi III paling banyak mengalami maloklusi ringan dengan tidak/sedikit membutuhkan perawatan yaitu sebanyak 37,5%.

Published
2021-12-01
Section
Original Article