Hubungan laju saliva terhadap kejadian karies pada anak usia 7-9 tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta Denpasar

  • Made Arya Dananjaya Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Mia Ayustina Prasetya Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Putu Ratna Kusumadewi Giri Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: Karies, laju saliva, indeks def-t

Abstract

Background: Saliva is a complex oral fluid, which is produced continuously and will form a constant flow called salivary flow rate, the flow serves to clean up the rest of the food and also the organisms so it can prevent the process of caries. The salivary rate of each individual is different, determined by many factors, one of which is age, where in children the rate of saliva tends to be higher than in adults. This research aims to determine the relationship of saliva flow rate to the incidence of caries in children aged 7-9 years at Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta Denpasar.
Method: This research using analytic study design with cross sectional approach. The sampling technique used was the consecutive sampling with a total sample is 65 children. The result obtained by doing clinical examination to know the incidence of caries and salivary examination to know saliva flow rate at the respondents.
Result: The results showed that the average of def-t (decayed, extracted, filled tooth) index in children aged 7-9 years in Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta Denpasar is 4.23 (being heading high). While the average saliva rate is in the medium and low stages.
Conclution: The conclusion in this research is there is correlation between saliva rate to caries occurrence at child age 7-9 year at Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta Denpasar.

 

Latar Belakang: Saliva adalah cairan oral kompleks rongga mulut, yang diproduksi secara terus menerus dan akan membentuk sebuah aliran tetap yang biasa disebut laju saliva, aliran tersebut berfungsi untuk membersihkan sisa sisa makanan dan juga organisme sehingga dapat mencegah terjadinya proses karies. Laju saliva tiap individu berbeda beda ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah usia, dimana pada anak anak laju saliva cenderung lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan laju saliva terhadap kejadian karies pada anak usia 7-9 tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta Denpasar.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik consecutive sampling dengan total sampel 65 anak. Data diperoleh dengan melakukan pemeriksaan klinis untuk mengetahui kejadian karies dan pengambilan saliva untuk mengetahui laju aliran saliva pada responden. Analisis dilakukan dengan metode univariate dan bivariate. Uji yang digunakan adalah uji chi square dengan bantuan software statistic SPSS 20.0
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks def-t pada anak usia 7-9 tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta sebesar 4,23 (sedang menuju tinggi). Dan hasil rata rata laju saliva di kategori sedang dan rendah.
Simpulan: Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara laju saliva terhadap kejadian karies pada anak usia 7-9 tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta Denpasar.

Author Biographies

Made Arya Dananjaya, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Mia Ayustina Prasetya, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Putu Ratna Kusumadewi Giri, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2020-03-15
Section
Original Article