Efektivitas mengunyah buah anggur bali (Vitis Vinifera) terhadap peningkatan pH saliva dan penurunan indeks plak pada anak usia 10-12 tahun di Sekolah Dasar Negeri 1 Pertima, Bali-Indonesia

  • Ni Kadek Ari Pratiwi Putri Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I Gusti Ayu Fienna Novianthi Sidiartha Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: buah anggur bali (Vitis vinifera), xylitol, pH saliva, plak gigi

Abstract

Background: Caries is a major problem in oral health, characterized by demineralization of hard tissues. Plaque accumulation and low salivary pH are factors that play a role in the pathophysiology of caries. One of the preventions that can be done is chewing fibrous foods such as Balinese grapes. Grapes contain a variety of nutrients and polyphenol compounds which have antibacterial activity against oral pathogens. The aim of the study is to investigate whether chewing balinese grapes (Vitis vinifera) is effective in increasing salivary pH and decreasing plaque index.

Methods: This study was an experimental research and was done with pre-test and post-test only control group design. The sample were 36 students aged 10-12 years at SDN 1 Pertima and randomly divided into 2 groups, the positive control group (chewing xylitol gum) and the treatment group (chewing Balinese grapes). Salivary pH and plaque index were measured by pH meter and plaque index from Turesky-Gillmore-Glickman modification of Quigley-Hein.

Results: The result from Mann Whitney analysis showed no difference on increasing salivary pH between control group and treatment group (p>0.05). The independent sample t-test showed that there was a difference on decreasing plaque index between control group and treatment group (p <0,05).

Conclusion: It was concluded that chewing Balinese grapes was effective to increase salivary pH and decrease plaque index.

 

Latar Belakang: Karies merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut, ditandai adanya demineralisasi jaringan keras. Akumulasi plak dan rendahnya pH saliva adalah faktor yang berperan dalam patofisiologis karies. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah mengunyah makanan berserat seperti buah anggur bali. Anggur mengandung berbagai nutrisi dan senyawa polyphenol yang berperan sebagai antibakteri terhadap oral pathogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mengunyah buah anggur bali (Vitis vinifera) efektif untuk meningkatkan pH saliva dan menurunkan indeks plak.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pre-test and post-test only control group design. Sampel sebanyak 36 siswa usia 10-12 tahun SDN 1 Pertima, secara acak dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol positif (mengunyah permen karet xylitol) dan kelompok perlakuan (mengunyah buah anggur bali). pH saliva dan indeks plak diukur dengan pH meter dan indeks plak Turesky-Gillmore-Glickman modification of Quigley-Hein.

Hasil: Analisis Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan peningkatan pH saliva antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p>0,05). Analisis independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan penurunan indeks plak antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,05).

Simpulan: Mengunyah buah anggur bali (Vitis vinifera) efektif untuk meningkatkan pH saliva dan menurunkan indeks plak.

Author Biographies

Ni Kadek Ari Pratiwi Putri, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

I Gusti Ayu Fienna Novianthi Sidiartha, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2020-11-05
Section
Original Article